Jumat, 31 Juli 2015

MAKALAH PENDIDIKAN KARAKTER PADA KURIKULUM 2013 YANG BERHUBUNGAN DENGAN MATEMATIKA



MAKALAH PENDIDIKAN KARAKTER PADA KURIKULUM 2013 YANG BERHUBUNGAN DENGAN MATEMATIKA


Oleh :
Nur Alifa Adiratna
(2227132345)
III/D

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Kata Pengantar

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”Pendidikan Karakter Pada Kurikulum 2013 yang Berhubungan Dengan Matematika”.
Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua, dosen dan teman – teman yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.
Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Serang, 01 November 2014
Penulis



ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar                       ………………………………………………………..          ii
Daftar Isi                                 ………………………………………………………..          iii
BAB I Pendahuluan
A.    Latar Belakang            ………………………………………………………...         1
B.     Rumusan Masalah       …………………………………………………………        2
C.     Tujuan                         …………………………………………………………        2
BAB II Pembahasan
A.    Fungsi Pendidikan Karakter   …………………………………………………        3
B.     Tujuan Pendidikan Karakter   …………………………………………………        5
C.     Nilai Pendidikan Karakter dalam
Pembelajaran Matematika       ………………………………………………….       6
D.    Implementasi Pendidikan Berkarakter
 Bangsa dalam Pelajaran Matematika …………………………………………..      16
BAB III Penutup
A.    Simpulan                     …………………………………………………………...     18
B.     Saran                           ……………………………………………………………    18       
Daftar Pustaka                        ……………………………………………………………    19




iii
 

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru, yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Guru membantu membentuk watak peserta didik. Hal ini mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru, cara guru berbicara atau menyampaikan materi, bagaimana guru bertoleransi, dan berbagai hal terkait lainnya.
Albertus (2010:03) menyatakan bahwa pendidikan karakter terdiri dari dua kata yang apabila dipisahkan memiliki makna masing-masing. Pendidikan adalah selalu berkaitan dengan hubungan social manusia, manusia sejak lahir tidak dapat hidup sendiri tetapi membutuhkan orang lain, sedangkan karakter bersifat lebih subjektif hal tersebut dikatakan demikian karena berkaitan dengan struktur antopologis manusia dan tindakannya dalam memaknai kebebasan.
Pendidikan karakter harus diberikan pada  pendidikan formal khususnya  lembaga pendidikan TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, MAK dan Perguruan Tinggi melalui pembelajaran, dan ekstrakurikuler, penciptaan budaya satuan pendidikan, dan pembiasaan. Sasaran pada pendidikan formal adalah peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan  pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk  pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan   warga negara yang baik. Adapun kriteria manusia yang baik, warga   masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat    atau bangsa, secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu, yang  banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Oleh karena  itu, hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni  pendidikan nilai-nilai luhur   yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka  membina kepribadian generasi muda.
Jadi dapat disimpulkan pendidikan karakter adalah nilai-nilai yang berkaitan dengan kesosialan, dengan tujuan membentuk  pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan   warga negara yang baik, serta dapat mempengaruhi diri sendiri dan orang lain apabila diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah fungsi dari pendidikan karakter ?
2.      Apakah tujuan adanya pendidikan karakter ?
3.      Apa sajakah nilai karakter bangsa yang dapat dikembangkan melalui pelajaran matematika?
4.      Bagaimana implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran matematika?
C.    Tujuan
1.      Mengetahui pengertian pendidikan karakter
2.      Memahami fungsi dan tujuan dari pendidikan karakter
3.      Mengetahui nilai pendidikan karakter dalam matematika
4.      Menerapkan nilai pendidikan karakter dalm pembelajaran matematika





















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Fungsi Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter bangsa yang berbasis pada pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika) memainkan fungsi penting dalam hidup warga bangsa dan penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia. Secara nasional, fungsi pendidikan karakter bangsa adalah (Kemendiknas, 2010:7):
  1.  Fungsi Pengembangan: yang secara khusus disasarkan pada peserta didik agar mereka menjadi pribadi yang berperilaku baik, berdasarkan pada kebajikan umum (virtues) yang bersumber pada filosofi kebangsaan di dalam Pancasila. Dengan fungsi ini peserta didik diharapkan memiliki sikap dan perilaku etis, spiritual, sesuai dengan citra budaya bangsa. Dengan kata lain, dari perilaku peserta didik, yang adalah warga bangsa, orang dapat mengetahui karakter bangsa Indonesia yang sesungguhnya.
  2. Fungsi Perbaikan: yang secara khusus diarahkan untuk memperkuat pendidikan nasional yang bertanggungjawab terhadap pengembangan potensi dan martabat peserta didik. Dengan fungsi ini pula, pendidikan karakter bangsa hendaknya mencapai suatu proses revitalisasi perilaku dengan mengedepankan pilar-pilar kebangsaan untuk menghindari distorsi nasionalisme.
3.      Fungsi Penyaring: terkait dengan fungsi perbaikan tadi, dalam fungsi penyaring ini sistem pendidikan karakter bangsa dikembangkan agar peserta didik dapat menangkal pengaruh budaya lain yang tidak sesuai dengan karakter bangsa. Fungsi ini bertujuan meningkatkan martabat bangsa.
Satuan pendidikan sebenarnya selama ini sudah mengembangkan dan melaksanakan nilai-nilai pembentuk karakter melalui program operasional satuan pendidikan masing-masing. Hal ini merupakan prakondisi pendidikan karakter pada satuan pendidikan yang untuk selanjutnya pada saat ini diperkuat dengan 18 nilai hasil kajian empirik Pusat Kurikulum. Nilai prakondisi (the existing values) yang dimaksud antara lain takwa, bersih, rapih, nyaman, dan santun.
Dalam rangka lebih memperkuat pelaksanaan pendidikan karakter telah teridentifikasi 18 nilai yang bersumber dari agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional, yaitu:
  1.      Jujur
  2.     Toleransi
  3.     Disiplin
  4.     Kerja keras
  5.     Kreatif
  6.     Mandiri
  7.     Demokratis
  8.     Rasa Ingin Tahu
  9.     Semangat Kebangsaan
  10.     Cinta Tanah Air
  11.     Menghargai Prestasi
  12.    Bersahabat/Komunikatif
  13.    Cinta Damai
  14.    Gemar Membaca
  15.   Peduli Lingkungan
  16.   Peduli Sosial
  17.   Tanggung Jawab
  18.   Religius  
(Puskur. Pengembangan dan Pendidikan Budaya & Karakter Bangsa: Pedoman Sekolah. 2009:9-10). Nilai dan deskripsinya terdapat dalam Lampiran 1.).
Meskipun telah terdapat 18 nilai pembentuk karakter bangsa, namun satuan pendidikan dapat menentukan prioritas pengembangannya dengan cara melanjutkan nilai prakondisi yang diperkuat dengan beberapa nilai yang diprioritaskan dari 18 nilai di atas. Dalam implementasinya jumlah dan jenis karakter yang dipilih tentu akan dapat berbeda antara satu daerah atau sekolah yang satu dengan yang lain. Hal itu tergantung pada kepentingan dan kondisi satuan pendidikan masing-masing. Di antara berbagai nilai yang dikembangkan, dalam pelaksanaannya dapat dimulai dari nilai yang esensial, sederhana, dan mudah dilaksanakan sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah/wilayah, yakni bersih, rapih, nyaman, disiplin, sopan dan santun. Meskipun demikian, ada 5 nilai yang diharapkan menjadi nilai minimal yang dikembangkan di setiap sekolah yaitu nyaman, jujur, peduli, cerdas, dan tangguh/kerjakeras.

B.     Tujuan Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter pada intinya bertujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila.
Pendidikan karakter pada dasarnya dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi, dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat.
Sasaran pendidikan karakter adalah seluruh Sekolah di Indonesia baik negeri maupun swasta. Semua warga sekolah, meliputi para peserta didik, guru, karyawan administrasi, dan pimpinan sekolah menjadi sasaran program ini. Sekolah-sekolah yang selama ini telah berhasil melaksanakan pendidikan karakter dengan baik dijadikan sebagai best practices yang menjadi contoh untuk disebarluaskan ke sekolah-sekolah lainnya. Melalui program ini diharapkan lulusan memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, kompetensi akademik yang utuh dan terpadu, sekaligus memiliki kepribadian yang baik sesuai norma-norma dan budaya Indonesia. Pada tataran yang lebih luas, pendidikan karakter nantinya diharapkan menjadi budaya sekolah.
Sementara itu, tujuan pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah sebagai berikut.
  1. Mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.
  2. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius.
  3. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.
  4. Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif, berwawasan kebangsaan.
  5. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan (dignity).
C.     Nilai Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Matematika
Seperti yang telah termaktub dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
a.    Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah
b.   Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan  matematika
c.    Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
d.   Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.
e.    Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah
Berdasarkan tujuan pembelajaran matematika tersebut terdapat beberapa nilai karakter bangsa yang dapat dikembangkan melalui pelajaran matematika diantaranya adalah:
·         Disiplin, Karakter disiplin dapat terbentuk dalam mempelajari matematika, karena dalam matematika peserta didik diharapkan mampu mengenali suatu keteraturan pola, memahami aturan-aturan dan konsep-konsep yang telah disepakati. Nilai karakter yang diharapkan dalam belajar matematika adalah seseorang diharapkan mampu bekerja secara teratur dan tertib dalam menggunakan aturan-aturan dan konsep-konsep. Dalam matematika konsep-konsep tersebut tidak boleh dilanggar karena dapat menimbulkan salah arti.
·         Jujur,  Matematika tidak menerima generalisasi berdasarkan pengamatan (induktif) walaupun pada tahap-tahap awal contoh-contoh khusus dan ilustrasi geometris diperlukan, tetapi untuk generalisasi harus berdasarkan pembuktian deduktif. Karakter yang dapat membentuk jiwa seseorang, bahwa seseorang tidak akan mudah percaya pada isu-isu yang tidak jelas sebelum ada pembuktian. Hal ini tentunya sesuai dengan azas yang dianut oleh hukum di negara kita, azas praduga tak bersalah. Kepribadian yang terbentuk diharapkan adalah sesorang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaannya, karena selalu dapat menunjukkan pembuktian dari setiap perkataan dan tindakannya.
·         Kerja Keras, karakter yang ingin dibentuk adalah tidak mudah putus asa. Belajar matematika, seseorang harus teliti, tekun dan telaten, dalam memahami yang tersirat dan tersurat. Ada kalanya seseorang keliru dalam pengerjaan suatu perhitungan, namun belum mencapai hasil yang benar, maka seseorang diharapkan dapat dengan sabar melihat kembali (looking back) apa yang telah dikerjakan secara runut dengan teliti, tidak mudah menyerah terus berjuang untuk menghasilkan suatu jawaban yang benar.
·         Kreatif,  seseorang  yang belajar matematika akan terbiasa untuk kreatif dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapinya. Dalam menyelesaikan persoalan ada yang dapat menyelesaikan dengan cara yang panjang, namun ada pula yang mampu mengerjakan dengan singkat. Bila seseorang terbiasa menyelesaikan permasalahan matematika, maka orang tersebut akan terbiasa memunculkan ide yang kreatif yang dapat membantunya menjalani kehidupan secara lebih efektif dan efisien.
·         Rasa ingin tahu, memunculkan rasa ingin tahu dalam matematika akan mengakibatkan seseorang terus belajar dalam sepanjang hidupnya, terus berupaya menggali informasi-informasi terkait lingkungan di sekitarnya, sehingga menjadikannya ‘kaya’ akan wawasan dan ilmu pengetahuan. Rasa ingin tahu membuat seseorang mampu menelaah keterkaitan, perbedaan dan analogi, sehingga diharapkan  mampu menjadi a good problems solver (mampu menyelesaikan masalah dengan baik).
·         Mandiri; dalam pelajaran matematika kita senantiasa menghadapi tantangan, berbagai permasalahan yang menuntut kita untuk menemukan solusi atau penyelesaiannya. Untuk itu peserta didik harus mampu memiliki sikap yang tidak mudah bergantung pada orang lain, namun berupaya secara mandiri untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dihadapi dengan baik.
·         Komunikatif; matematika merupakan suatu bahasa, sehingga seseorang harus mampu mengkomunikasikannnya baik secara lisan maupun tulisan, sehingga informasi yang disampaikan dapat diketahui dan dipahami oleh orang lain.
·         Tanggung Jawab; Kebiasaan disiplin dalam bernalar yang terbentuk dalam mempelajari matematika melahirkan suatu sikap tanggung jawab atas pelaksanaan kewajiban yang seharusnya dilakukan, baik tanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat, negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
Sebagai ilmu pengetahuan, matematika memiliki beberapa karakteristik yakni :
(1) memiliki objek kajian abstrak,
(2) bertumpu pada kesepakatan,
(3) berpola piker deduktif,
(4) memiliki simbol yang kososng arti,
(5) memperhatikan semesta pembicaraan, serta
(6) konsisten dalam sistemnya.
Dari karakteristik tersebut dapat dilihat nilai-nilai karakter yang termuat dalam pembelajaran matematika. Karakteristik objek kajiana abstrak memuat nilai kreatif. Karakter bertumpu pada kesepakatan memuat nilai disiplin. Karakter berpola piker deduktif memuat nilai cerdas dan kreatif. Karakter memiliki simbol yang kosong arti memuat nilai demokratis dan toleran. Karakteristik memperhatikan semesta pembicaraan memuat nilai peduli lingkungan. Sedangkan karakteristik konsisten dalam sistemnya memuat nilai kemandirian, disiplin, dan tanggung jawab.
Dari kajian terhadap karakteristik matematika terlihat bahwa nilai-nilai karakter termuat dalam masing-masing karakteristik tersebut. Hal ini tentunya memperlihatkan bahwa pengembangan pendidikan karakter dapat dilakukan melalui pembelajaran matematika.
Pendidikan karakter meliputi proses knowing the good, feeling loving the good, dan acting the good. Knowing the good bisa mudah diajarkan sebab pengetahuan bersifat kognitif saja. Setelah knowing the good harus ditumbuhkan feeling loving the good, yakni bagaimana merasakan dan mencintai kebajikan menjadi engine yang selalu bekerja membuat orang mau selalu berbuat sesuatu kebaikan. Orang mau melakukan perilaku kebajikan karena dia cinta dengan perilaku kebajikan itu. Setelah terbiasa melakukan kebajikan acting the good berubah menjadi kebiasaan. Oleh karena itu, pendidikan karakter melalui pembelajaran matematika dilakukan dengan usaha mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam mata pelajaran matematika yang didasarkan pada pengkajian terhadap tujuan pembelajaran matematika dalam Kurikulum dan karakteristik matematika. Berikut adalah nilai-nilai karakter utama dan pokok dalam pembelajaran matematika.
1.      A.    Karakter utama untuk pelajaran Matematika
Karakter utama untuk pelajaran matematika meliputi berpikir logis, kritis, kerja keras, keingintahuan, kemandirian, percaya  diri. Tabel 1.2 berikut mendeskripsi-kan  nilai karakter dan indikatornya
Tabel 1.2 Nilai-Nilai Karakter dan Indikatornya
No
Nilai Karakter Utama
Indikator
1
Berpikir logis, kritis, reatif, dan inovatif 
1)   memaparkan pendapat didasarkan pada fakta empirik
2)   menunjukkan kekuatan dan kelemahan suatu permasalahan
3)   memberikan pemikiran alternatif pada permasalahan yang dihadapi
4)   memaparkan cara atau hasil baru dan mutakhir dari apa yang telah dimiliki


5)   memberikan gagasan dengan cara-cara yang asli atau bukan klise
2
Kerja keras 
1) menyelesaikan semua tugas dengan  baik dan tepat waktu
2)    tidak putus asa dalam menghadapi  masalah
3)    tidak mudah menyerah dalam menghadapi masalah
3
Keingintahuan 
1)    menanyakan segala sesuatu yang belum diketahui
2)    mengamati perubahan-perubahan dari hal-hal atau kejadian
3)    berupaya mencari sumber belajar tentang konsep atau masalah yang dipelajari /dijumpai
4)    berupaya untuk mencari masalah yang lebih menantang
5)    aktif dalam mencari informasi
4
Kemandirian 
1)     memiliki keyakinan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi
2)    memiliki  keyakinan akan kemampuan dirinya
3)    mencatat hal-hal penting yang terkait dengan materi pelajaran matematika


4)  mencari strategi untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan pemikirannya sendiri


5)  mempunyai kemampuan untuk mengatur belajarnya sendiri


6)  memiliki perilaku yang dapat menentukan tujuan belajar, sumber belajar, materi yang dipelajari, dan bagaimana mempelajarinya
5.
Percaya diri 
1)  menguasai materi prasyarat untuk menyelesaikan materi berikutnya
2)  mempunyai inisiatif
3)   memiliki keyakinan dapat menyelesaikan masalah yang  dihadapi
4)   tidak menunjukkan keragu-raguan dalam melakukan sesuatu
5)   menunjukkan keberanian menyampaikan pendapat saat berdiskusi di kelas
6)   tidak mengeluh saat menyelesaikan masalah yang diberikan guru
  1. B.           Karakter pokok pada pelajaran Matematika
Karakter pokok pada pelajaran matematika meliputi religius, kejujuran, kecerdasan, ketangguhan, kepedulian,  dan demokratis. Tabel 2.1 menguraikan deskripsi masing-masing nilai karakter tersebut beserta indikatornya
Tabel 2.1 Deskripsi Nilai-Nilai Karakter dan Indikatornya
No
Nilai Karakter Pokok
Indikator
1
Kereligiusan 
1) mengagumi kebesaran Tuhan melalui berbagai model matematika
2) mengagumi kebesaran Tuhan karena kemampuan dirinya untuk hidup sebagai anggota masyarakat
3) mengagumi kekuasaan Tuhan yang telah mencipta kan berbagai alam semesta
4)  mengagumi kebesaran Tuhan karena adanya agama sebagai sumber keteraturan hidup masyarakat
2
Kejujuran
1) tidak menyontek ataupun menjadi plagiat dalam mengerjakan setiap tugas
2) mengemukakan rasa senang atau tidak senang terhadap pelajaran
3) menyatakan sikap terhadap suatu materi diskusi kelas
4)  mengemukakan pendapat tanpa ragu tentang suatu pokok diskusi
5)  menyelesaikan masalah dilakukan sesuai dengan kemampuannya sendiri
3
Kecerdasan
1) pikiran dan perilaku yang berupa reaksi yang cermat, tepat dan  cepat/akurat terhadap pengalaman baru
2) cermat, tepat dan cepat/tangkas menyelesaikan masalah
3) mampu menerapkan pengetahuan yang diperolehnya terhadap hal-hal yang baru
4
Ketangguhan 
1)   sikap dan perilaku pantang menyerah /tidak mudah  putus asa dalam mengahadapi berbagai kesulitan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran
2)   kokoh mempertahankan pendapatnya
3)  mampu mengatasi berbagai masalah menjadi tugasnya atau apa yang diinginkannya
4) berpendirian kuat untuk mempertahankan hati nuraninya
5) tidak mudah berubah sikap dalam menghadapi masalah
5
Kedemokratisan
1) memilih ketua kelompok berdasarkan suara terbanyak
2)   mendukung hasil kesepakatan
3)   mengemukakan pikiran tentang idenya
4) memberi kesempatan orang lain untuk mengemukakan pendapat sesuai dengan cara masing-masing
6
Kepedulian
1) sikap simpati dan empati bagi orang lain atau kelompok yang kurang  beruntung
3)   memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya terhadap  orang lain  yang mempunyai masalah
3) membantu teman lain menyelesaikan masalah  dalam segala situasi


4)   memberikan bimbingan teman lain yang menemui masalah
  1. C.           Kegiatan Pembelajaran yang Mengembangkan Karakter pada Pembelajaran Matematika
Dalam kegiatan pembelajaran matematika diperlukan strategi pembelajaran yang dapat mengintegrasikan pembentukan karakter peserta didik. Tabel 2.2 berikut adalah contoh kegiatan pembelajaran matematika yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai karakter yang ingin ditanamkan.
Tabel 2.2 Contoh Kegiatan Pembelajaran Matematika yang Mengintegrasikan Nilai-Nilai Karakter
No
Nilai Karakter
Kegiatan Pembelajaran
1
Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif 
1)      melakukan kegiatan investigasi/penelitian
2)      menyelesaikan persoalan pemecahan masalah
3)      menyelesaikan persoalan open-ended untuk memberikan pemikiran alternatif pemecahannya
4)      melakukan kegiatan laboratorium untuk mengumpul kan fakta empirik sebagai dasar pengambilan ke simpulan
5)      melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif


6)      melakukan analisis dari masalah yang dihadapi
2
Kerja keras 
1)      menyelesaikan tugas di dalam kelas, tugas pekerjaan rumah, tugas terstruktur
2)      menyelesaikan tugas sesuai batas waktu yang ditetapkan
3)      menyelesaikan tugas proyek
4)      tidak berhenti menyelesaikan masalah sebelum selesai
5)      melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  nilai kerja keras
3
Keinginta-huan 
1)      melakukan kegiatan tanya jawab saat kegiatan apersepsi
2)      melakukan kegiatan tanya jawab pada kegiatan diskusi
3)      menugaskan peserta didik membuat pertanyaan  (mengunakan metode problem posing )
4)      menugaskan peserta didik mencari sumber belajar
5)      melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  nilai keingintahuan
4
Kemandirian 
1)      melakukan penilaian secara individu
2)     menyelesaikan sendiri tugas yang menjadi tanggung jawabnya
3)      melakukan kegiatan penyelidikan untuk penemuan konsep
4)      melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  nilai kemandirian
5)      aktif dalam melakukan refleksi


6)   tidak ada keragu-raguan  menyampaikan pendapat saat berdiskusi di kelas


7)   dengan rela  menyelesaikan sendiri masalah yang diberikan guru
5
Percaya diri 
1)      melakukan tanya jawab saat apersepsi tentang materi prasyarat
2)      mengajukan pertanyaan dan pernyataan atas suatu masalah
3)      menyelesaikan masalah yang dihadapi
4)      melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  nilai percaya diri
6
Kereligiusan 
1)  menyiapkan peserta didik dimulai dengan berdoa apabila jam pertama, absensi, kebersihan kelas,  dst
2) mengagumi kebesaran Tuhan melalui penyampaian materi matematika secara kontekstual yang terkait dengan dunia peserta didik dan materi, misalnya adanya keteratuan bentuk geometri, keteratuan dan lain sebagainya
7
Kejujuran
1) mengerjakan soal ujia secara individu tanpa menyontek
2) mengerjakan tugas pekerjaan rumah secara individu dan tidak menjadi plagiat dalam mengerjakan setiap tugas
3) melakukan kegiatan refleksi sehingga peserta didik dapat mengemukakan rasa senang atau tidak senang terhadap pelajaran
4) melakukan kegiatan diskusi agar peserta didik dapat mengemukakan pendapat tanpa ragu tentang suatu pokok diskusi
5) melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  nilai kejujuran
8
Kecerdasan
1)   memberikan latihan/soal pemecahan masalah
2)   melakukan kegiatan penemuan
3) melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  nilai kecerdasan
9
Ketangguhan 
1)   sikap dan perilaku pantang menyerah /tidak mudah  putus asa dalam mengahadapi berbagai kesulitan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran
1)   mengikuti kegiatan pembelajaran dalam berbagai situasi
2)   menyelesaikan  berbagai masalah yang menjadi tugasnya atau apa yang diinginkannya
3)   mempertahankan pendapatnya dalam kelompok diskusi atau aktivitas lain
2) mampu mengatasi berbagai masalah menjadi tugasnya atau apa yang diinginkan nya
3) berpendirian kuat untuk mempertahankan hati      nuraninya
4) tidak mudah berubah sikap dalam menghadapi      masalah
5) melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  nilai ketangguhan
10
Kedemokra-tisan
1) memberikan kesempatan pada peserta didik untuk memilih ketua kelompok saat kegiatan diskusi
2) memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok
3) memberi kesempatan pada peserta didik ntuk mengemukakan pendapat sesuai dengan cara masing-masing saat kegiatan diskusi
4) memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok
5) melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  nilai kedemokratisan


5)  menghargai pendapat orang lain yang sedikit berbeda atau berbeda sama sekali dengan dirinya
11
Kepedulian
1)   memberikan tanggapan atas pertanyaan yang disampaikan teman lain
2)   memberikan kesempatan pendapat teman lain  saat kegiatan tanya jawab
 3) memberikan bantuan terhadap teman sesuai dengan kemampuannya terhadap  teman lain yang memiliki masalah
4) memberikan penghargaan pada kegiatan diskusi saat teman lain menyelesaikan masalah
5) melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  nilai kepedulian


D.    Implementasi Pendidikan Berkarakter Bangsa dalam Pelajaran Matematika
Pembelajaran matematika yang ‘kering nilai’ dapat dikembangkan guru matematika dengan mengintegrasikan dan/atau menekankan pentingnya nilai-nilai positif dari budaya dan karakter bangsa dalam kegiatan pembelajaran. Sebagai contoh, guru dapat memulai dengan merencanakan proses pembelajaran matematika yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam penyusunan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Nilai-nilai itu dapat diintegrasikan dalam rancangan kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, dan/atau tujuan pembelajaran.
Pengintegrasian nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa dapat ditempuh dengan langkah-langkah berikut:
a.       Mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada Standar Isi (SI) untuk menentukan apakah nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang tercantum itu sudah tercakup di dalamnya;
b.      Menggunakan nilai-nilai budaya dan karakter yang memperlihatkan keterkaitan antara SK dan KD dengan nilai dan indicator untuk menentukan nilai yang akan dikembangkan;
c.       Mencantumkan nilai-nilai budaya dan karakter itu ke dalam silabus;
d.      Mencantumkan nilai-nilai yang sudah tertera dalam silabus ke dalam RPP;
e.       Mengembangkan proses pembelajaran peserta didik secara aktif yang memungkinkan peserta didik memiliki kesempatan melakukan internalisasi nilai dan menunjukkannya dalam perilaku yang sesuai;
f.       Memberikan bantuan kepada peserta didik, baik yang mengalami kesulitan untuk menginternalisasi nilai maupun untuk menunjukkannya dalam perilaku.













BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
Pendidikan karakter adalah nilai-nilai yang berkaitan dengan kesosialan, dengan tujuan membentuk  pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan   warga negara yang baik, serta dapat mempengaruhi diri sendiri dan orang lain apabila diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru, yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik.
Pendidikan karakter pada intinya bertujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila.
Pendidikan karakter berfungsi untuk: mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik; memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur; dan meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia.
Pendidikan karakter dilakukan melalui berbagai media yang mencakup keluarga, satuan pendidikan, masyarakat sipil, masyarakat politik, pemerintah, dunia usaha, dan media massa.
B.     Saran
Nilai – nilai pendidikan karakter seharusnya tidak hanya ada di pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, namun secara tidak langsung pun kini isi atau hakikat pendidikan karakter sudah terabsen hadir dalam mata pelajarann yang lainnya. Guru diharapkan bisa dan mampu menerapkan pendidikan karakter itu pada setiap mata pelajaran atau dalam kata lain menyisipkannya. Bukan hanya dari pengimplementasiannya saja tapi dalam proses pembuatan Rencana Proses Pembelajaranpun harus bisa di tuliskan.



                                                        

                                                         DAFTAR PUSTAKA


Oszaer.R, Notanubun.Z, Laurens.T, Tjiptabudy.J, Madubun.J, 2011. MODEL PENDIDIKAN KARAKTER BERWAWASAN KEBANGSAAN DAN BERBASIS BUDAYA LOKAL. BADAN PENERBIT FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PATTIMURA (BPFP-UNPATTI), AMBON.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Pusat Kurikulum. 2010. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Budaya. Jakarta: Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar